Tips Memilih Oli Sepeda Motor yang Tepat, Kenali dan Jangan Asal Pilih

Otosemi.com Tips Memilih Oli Motor – seiring dengan berjalannya waktu, zaman semakin berkembang dengan adanya alat transportasi kendaraan bermotor,  oleh karena itu semakin banyak juga jenis dan merk pelumas atau bisa disebut oli mesin yang beredar di seluruh pasaran yang ada di penjuru dunia.

 

Biasanya ketika mengganti oli produsen akan merekomendasikan untuk memilih jenis oli mesin yang cocok dan juga yang terbaik dengan tipe sepeda motor yang dibuatnya. Tetapi ada kalanya ternyata mesin motor akan memiliki performa yang lebih maksimal ketika menggunakan pelumas dengan jenis yang berbeda dari oli yang direkomendasikan.  Oli atau pelumas mesin ini mempunyai peran penting bagi sepeda motor. Oli berperan untuk membantu kinerja mesin agar bisa bekerja secara maksimal dan juga untuk mencegah gesekan secara langsung.

 

 Tentunya, memilih jenis pelumas atau oli mesin ini tidak boleh asal sembarangan pilih, karena memilih jenis oli mesin harus sesuai juga dengan tipe mesin kendaraan bermotor anda. Pelumas bisa dikatakan sebagai asupan utama untuk mesin. Jika oli mesin berkurang, maka pelumas mesin pun akan berkurang juga, hal ini membuat kinerja pada mesin menjadi kurang optimal. Komponen penting yang ada pada mesin seperti silinder, seher, noken as jadi lebih cepat aus dan baret. Bagaimana cara memilih oli  mesin yang baik?

 

“ Nah, biasanya mekanik di bengkel motor resmi atau bengkel motor asli dari merek motor tersebut seperti Honda, Yamaha, Suzuki dan lainnya akan merekomendasikan jenis oli motor yang cocok dan sesuai dengan  kendaraan yang akan ditanganinya.

Tapi, Anda juga wajib mengetahui seperti apa oli yang tepat untuk kendaraan Anda,” kata Spare Part Department Head PT Suzuki Indomobil Motor (SIM) Christiana Yuwantie.

Cara Memilih Oli Motor

Ada beberapa hal dan point penting yang perlu anda perhatikan sebelum membeli pelumas mesin motor. Anda harus mengetahui tentang tingkat keencerannya , kinerja mesin, hingga jenis motor anda. Agar tidak terjadi kesalahan saat memilih oli mesin motor kalian, simak cara memilih oli mesin motor yang bagus berikut ini sampai selesai!!

Baca Juga :  Tips Aman Tukar Tambah Motor Bekas Atau Baru

Perhatikan Oli dengan SAE atau Tingkat Keenceran yang Sesuai Kondisi Lingkungan Anda

Saat memilih oli seharusnya disesuaikan dengan penggunaan serta kebutuhan pada kendaraan bermotor. Salah satu poin yang harus diperhatikan saat memilih oli ialah tingkat keencerannya, Kode keenceran pada oli biasanya tertulis dengan nama (SAE). Kode ini merupakan kode keenceran yang terlihat di kemasan oli mesin.

Tingkat keenceran rendah, untuk penggunaan motor di daerah bersuhu panas 

 Jika anda menggunakan motor  di daerah bersuhu panas, maka gunakan lah oli dengan tingkat keenceran rendah. Anda bisa menggunakan jenis oli dengan label SAE 15W-40 sampi SAE 20W-40.

 

Untuk oli dengan label SAE 15-40 berarti tingkat keencerannya mencapai angka 40. Tidak hanya itu, anda juga bisa menggunakan tipe oli dengan label SAE tersebut di daerah yang bersuhu kurang lebih 15°C.

 

Oli dengan label SAE tersebut juga cocok untuk motor yang berumur lima tahun kebawah, karena oli motor ini sangat cocok untuk motor yang jarak tempuhnya kurang dari 10.000 km. Tingkat keenceran tinggi, untuk daerah dingin atau motor berusia lima tahun ke atas. Jika anda menggunakan motor  di daerah bersuhu dingin, maka gunakan lah oli dengan tingkat keenceran tinggi. Anda bisa menggunakan jenis oli dengan label SAE 10W-30 sampai SAE 25W-50.

 

Untuk oli dengan label SAE 10-30 berarti tingkat keencerannya mencapai angka 30. Tidak hanya itu, anda juga bisa menggunakan tipe oli dengan label SAE tersebut di daerah yang bersuhu kurang lebih 10°C. Oli dengan label SAE tersebut juga cocok untuk motor yang berumur lima tahun keatas, karena oli motor ini sangat cocok untuk motor yang jarak tempuhnya lebih dari 10.000 km.

Baca Juga : Fungsi Kunci Kontak Pada Motor Dan Mobil Serta Cara Merawatnya

Gunakan Oli Motor dengan API Tinggi Jika Kerja Mesin Motor Lebih Berat

Poin kedua yang harus Anda perhatikan saat memilih oli motor adalah nilai API. Kode ini menjadi petunjuk spesifikasi oli yang dikeluarkan oleh American Petroleum Institute. Kode ini juga digunakan untuk mengukur kemampuan oli dalam menahan gesekan komponen mesin.

Setiap jenis mesin berbahan bakar bensin dan juga diesel ini  memiliki kode API yang berbeda. Umumnya, untuk mesin yang memakai bahan bakar bensin ini memiliki nilai API yang dimulai dengan huruf S. Anda dapat memperhatikan Kode S  pada Nilai API ini pada kemasan oli motor yang anda pilih.

Tidak Hanya kode Api S yang ada pada jenis oli motor, tetapi masih ada juga kode Nilai API pada oli mesin motor,  kode API tersebut adalah SA, SB, SC, SD, SE. pada nilai API, A adalah abjad paling rendah, sedangkan Z tentunya abjad paling tinggi. 

Baca Juga :  Cara Cek Pajak Motor

Semakin tinggi abjad yang berpasangan dengan kode S maka semakin tinggi juga kemampuan oli menahan gesekan komponen pada mesin motor anda. Jika motor digunakan untuk melakukan aktivitas sehari-hari, maka anda cukup menggunakan oli dengan nilai Kode API SA sampai SE.

Aktivitas yang padat tentunya akan membuat kerja mesin motor lebih berat. Misalnya saat Anda membawa motor untuk mudik atau membawa beban yang melebihi 110 kg. Untuk penggunaan motor dengan aktivitas mesin yang berat seperti itu, gunakan kode API bertanda abjad besar.

Sesuaikan Oli Berdasarkan Jenis Motor dan Jenis Koplingnya

Kini kendaraan bermotor dibedakan menjadi 2 tipe. Hal ini dibedakan berdasarkan jenis koplingnya. Karena kendaraan bermotor terdiri dari 2 tipe, yaitu motor dengan kopling kering dan juga kopling basah. 

Oleh karena itu saat anda memilih oli untuk motor anda, anda harus memperhatikan kode JASO yang ada pada kemasan oli mesin. Apa itu JASO? JASO merupakan klasifikasi tipe oli mesin motor yang bersumber pada uji pelumasan yang sudah di coba oleh JAPANESE AUTOMOTIVE STANDARD ORGANIZZATION (JASO). Untuk JASO ini pun juga terdiri dari 2 macam, antara lainnya yaitu JASO MA dan JASO MB.

Mengenai tipe kopling, secara singkatnya yang dimaksud kopling basah ialah kopling yang terendam oleh oli, sedangkan oli kering ialah oli yang tidak terendam oleh oli.

Untuk kelebihan poling basah ialah, kopling motor tidak cepat aus, tetapi ada halnya terkadang kopling dapat terjadi slip. Untuk kopling tipe basah ini, kebutuhan oli sangat mempengaruhi kinerjanya, Di indonesia banyak sekali motor yang menggunakan tipe kopling basah seperti halnya motor bebek dan motor sport.

Motor sport merupakan motor yang sering digunakan untuk balapan, motor sport tersebut seperti HONDA CBR150R serta KAWASAKI NINJA 250 FI. Selain itu, motor bebek memiliki kapasitas mesin sebesar 150cc. Untuk jenis motor bebek lumayan aman digunakan untuk keperluan sehari hari, motor tersebut seperti HONDA SUPRA, YAMAHA VEGA dan jenis motor bebek lainnya.

Tips Memilih Oli Motor dengan kode JASO MA diperuntukkan spesial untuk pengguna motor dengan kopling basah ataupun kopling terendam oli. Dengan memakai oli berkode JASO MA, kampas serta gigi yang ada pada plat kopling tidak gampang terselip. Sedangkan itu, kopling kering tidak diselimuti oleh oli. Kopling tipe ini umumnya digunakan buat motor jenis skuter matik. Jenis motor ini memakai transmisi otomatis dikala perpindahan gigi, contohnya Honda Vario ataupun Yamaha Mio.

Baca Juga :  Cara Blokir STNK Motor Dengan Mudah Secara Offline Maupun Online

 

Bila Kamu pengguna motor skuter matik, pakai oli berkode JASO MB. Perihal ini sebab kebanyakan kopling motor skuter matik merupakan berjenis kering serta tidak terendam oli. Oli ini bertabiat lebih licin serta berperan buat membasahi kampas kopling.

 

Membaca Manual Book Kendaraan

Metode sangat gampang dalam memilih oli yang pas merupakan membaca manual book kendaraan. Di dalam novel panduan tersebut, dipaparkan spesifikasi mesin serta tipe oli yang pas.” Sangat sederhana memilih oli yang cocok merupakan membaca manual book mobil Kamu. Perihal berarti yang lain merupakan kecocokan dengan mesin dan mutu, bukan cuma merk,” katanya.

Perhatikan Oli Palsu

Pada saat ini banyak sekali barang palsu yang tersebar d pasaran. Oli pun juga ada yang palsu, Penjualan oli palsu biasanya mematok harga yang murah dibandingkan harga standar nya. Sesungguhnya membedakan oli palsu itu juga sangatlah mudah, cara mengetahuinya dapat anda lihat dari harga, warna oli yang lebih pekat, dan juga bisa dilihat dari bau yang berbau tengik dan ga enak seperti terdapat campuran logam, “kata CHRISTIANA”

 

Ia mengatakan jika Suzuki mereka memiliki pelumas OEM yakni Suzuki Genuine Oil dan Chemical( SGO). Namun, semacam pula pada mobil, SGO hendak lekas digantikan brand Ecstar. Mengenai ini buat lebih tingkatkan jaminan mesin motor terpelihara durabilitasnya. Kabarkan hendak ada 2 tipe yakni 10W- 40 dan 20W- 50.

 

Oli Ecstar diklaim merupakan hasil pengembangan dengan lisensi lebih istimewa dan memiliki spesifikasi lebih besar dari deretan SGO sebelumnya. Yakni standar kualitas oli sangat besar yang diakui API maupun American Petroleum Standard. Nantinya hendak ada sebagian spesifikasinya SAE sehingga konsumen mempunyai opsi.

 

Salah satu formula yang jadi kunci pengembangan oli Suzuki Ecstar ialah isi Molybdenum. Untuk Spare Part Department Head PT Suzuki Indomobil Motor( SIM) Christiana Yuwantie, isi Molybdenum mampu mengurangi gesekan( sedikit friksi), sehingga kerja mesin jadi lebih ringan.” Molybdenum ialah isi yang memiliki fungsi sebagai friction modifier yang membentuk lapisan di atas permukaan metal dalam mesin. Khasiatnya ialah untuk mengurangi gesekan sehingga kinerja mesin akan menjadi lebih optimal dan hemat bahan bakar,” tutup Christina.( Raju)

Terima kasih sudah mampir di website kami Otosemi.com. Semoga artikel ini membantu anda 🙂