Mengapa Perlu Membuat Kursi Anak di Motor?

Salam Sobat Otosemi! Sebagai seorang ayah atau ibu yang memiliki motor, pastinya menginginkan anak-anak tercinta bisa ikut naik motor secara aman dan nyaman. Namun, memberi jok sendiri di depan motor tidak cukup efektif sebagai solusi, karena belum memperhitungkan keselamatan anak di dalamnya. Oleh karena itu, membutuhkan kursi anak yang khusus untuk dijadikan tempat anak saat di dalam perjalanan. Kursi anak di motor dapat digunakan oleh anak-anak dari usia 1 tahun hingga 7 tahun, namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika ingin membuat kursi anak di motor.

Kelebihan Membuat Kursi Anak di Motor

1. Mengutamakan Keselamatan : Membuat kursi anak di motor penting untuk memastikan keselamatan anak selama berkendara bersama. Anak tidak hanya mendapatkan tempat duduk yang aman dan nyaman, tetapi juga dilengkapi sabuk pengaman yang melindungi mereka dari benturan, terlebih jika terjadi kecelakaan.

👍

2. Lebih Nyaman bagi Anak : Anak dapat merasa lebih nyaman saat menaiki kursi yang disesuaikan untuk bentuk dan ukuran tubuh mereka, ketimbang harus duduk di jok biasa yang ukurannya tidak sesuai.

👍

3. Menghindari Pelanggaran Hukum : Memiliki kursi anak di motor juga dapat menghindari pelanggaran hukum yang kemungkinan besar akan terjadi jika anak-anak dibawa tanpa kursi yang sesuai standar keamanannya.

👍

4. Menghemat Biaya Transportasi : Perlengkapan kursi anak di motor ini tentu lebih murah dibandingkan dengan ongkos transportasi lainnya, seperti taksi atau mobil. Sehingga dapat menghemat pengeluaran.

👍

5. Mudah Dibawa ke Mana Saja : Kursi anak di motor yang dibuat sendiri lebih mudah dibawa ke mana saja, ketimbang harus menitipkan anak ke rumah saudara atau lainnya jika ingin pergi bersama keluarga.

👍

6. Lebih Seru Bersama Keluarga : Berkendara bersama keluarga menjadi lebih seru dengan kursi anak di motor, karena selain lebih aman dan nyaman, anak juga merasakan sensasi berkendara yang berbeda.

👍

7. Bisa Mendapat Keuntungan Finansial : Saat membuat kursi anak di motor, Anda bisa menjual hasil karyanya, yang tentu saja bisa mendatangkan keuntungan finansial tambahan.

👍

Kekurangan Membuat Kursi Anak di Motor

1. Memerlukan Biaya Tambahan : Biaya pembuatan kursi anak di motor tidaklah murah, selain itu perlu mempertimbangkan besarnya biaya membeli bahan yang digunakan.

👎

2. Perlu Keterampilan Khusus : Membuat kursi anak di motor membutuhkan keterampilan khusus dalam bidang otomotif dan pertukangan. Jika tidak memiliki keterampilan yang cukup, kursi anak yang dibuat bisa saja tidak aman dan menjadi bencana.

👎

3. Membutuhkan Waktu dan Tenaga : Proses membuat kursi anak di motor memerlukan waktu dan tenaga yang cukup, karena perlu melakukan proses desain, pengukuran, pemotongan, dan pemasangan.

👎

4. Tidak Sesuai Standard SNI : Kursi anak di motor yang dibuat oleh individu biasanya tidak sesuai dengan standar keamanan SNI, sehingga masih memiliki resiko ketika terjadi benturan atau kecelakaan.

👎

5. Kursi Tidak Terpasang dengan Baik : Salah pasang atau pemasangan kursi anak di motor yang tidak tepat bisa menyebabkan kecelakaan, terlebih jika terjadi benturan

👎

6. Rawan Kerusakan : Kursi anak di motor yang dibuat sendiri lebih rawan rusak, sehingga perlu perawatan secara berkala untuk memastikan kondisinya selalu aman.

👎

7. Tidak Cocok untuk Pengendara Pria : Membuat kursi anak di motor kadang tidak cocok untuk pengendara pria, karena pengendara pria yang menggunakan jaket biasanya kesulitan dalam memasukkan anak ke dalam kursi.

👎

Prosedur Membuat Kursi Anak di Motor

Sebelum memulai proses membuat kursi anak di motor, pastikan memiliki peralatan dan bahan-bahan berikut ini:

Daftar Peralatan
Daftar Bahan
1. Gerinda
1. Pipa Baja
2. Mini mesin bor
2. Besi U
3. Pemotong umum (gunting)
3. Pipa PVC
4. Mesin bor sedang
4. Kayu Jati
5. Gunting kawat
5. Kain Terpal
6. Baut dan mur
6. Perekat Kayu
7. Pemotong besi
7. Cat Besi

Setelah mempersiapkan peralatan dan bahan, lakukan tahapan-tahapan berikut:

1. Ukur dan Desain Kursi Anak

Langkah pertama yang harus diperhatikan saat membuat kursi anak di motor adalah memperhitungkan ukuran anak, model motor, dan jenis bahan yang akan digunakan. Kemudian buatlah desain kursi anak yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan orang tua dan anak, sehingga dapat diketahui bahan dan komponen apa saja yang dibutuhkan

2. Potong Besi Baja dan Pipa PVC Sesuai Desain

Setelah memiliki desain, potong besi baja dan pipa PVC. Besi baja bisa digunakan untuk jok dudukan anak, sabuk pengaman, dan rangka dasar. Sementara, pipa PVC digunakan sebagai rangka penahan dan pegangan kursi anak di motor

3. Bentuk Besi U

Setelah itu, bentuk besi U yang terpasang sebagai penyangga kursi anak di motor. Besi U ini akan terpasang di bagian bawah kursi anak, dan berfungsi sebagai pendukung kursi anak saat dipasang di motor

4. Rakit Jok serta Semua Bagian Kursi Anak

Kemudian, rakit jok serta semua bagian kursi anak hingga siap dipasang di motor. Pastikan agar jok dudukan, sabuk pengaman, dan rangka penahan terpasang dengan kukuh, sehingga memberikan stabilitas dan keamanan yang lebih pada kursi anak di motor

5. Pasang Kursi Anak di Motor

Setelah itu, pasang kursi anak yang sudah jadi dengan teliti dan cermat di atas motor Anda. Letakkan di bagian belakang motor dan pastikan kursi tersebut terpasang dengan aman. Sebelum berkendara, pastikan seluruh bagian kursi anak terpasang dengan baik dan kokoh sehingga anak dapat menaiki kursi tersebut dengan nyaman dan aman

FAQ Cara Membuat Kursi Anak di Motor

1. Apakah saya bisa membuat kursi anak di motor tanpa menggunakan besi baja?

Kursi anak di motor bisa saja dibuat menggunakan bahan yang berbeda, namun tentu saja kualitas dan keamanannya belum dapat dipastikan seperti bahan besi baja.

2. Berapa biaya yang diperlukan untuk membuat kursi anak di motor?

Biaya yang diperlukan dapat berbeda-beda tergantung dari model dan bahan yang digunakan, namun biaya rata-rata bisa mencapai Rp 500.000 hingga Rp 3.000.000

3. Bagaimana cara membuat kursi anak di motor yang bisa dilipat?

Kursi anak di motor bisa dilipat seperti kursi roda pada umumnya dengan menambahkan engsel pada bagian tumpuan kursi anak dengan motor, dengan begitu kursi anak bisa dilipat kapan saja tanpa perlu melepas termasuk sabuk pengaman.

4. Apakah aman menggunakan kursi anak yang dibuat sendiri meski sesuai standar?

Kursi anak yang dibuat sendiri tentu saja memiliki resiko yang lebih tinggi dibandingkan dengan kursi anak dalam standar minimal SNI. Namun, jika kursi anak yang dibuat memang sudah memenuhi standar keamanan, tentu saja aman untuk digunakan.

5. Apa saja standar keamanan kursi anak sesuai SNI?

Standar keamanan kursi anak selalu diatur oleh SNI. Salah satunya adalah kursi anak harus kuat, stabil dan tidak bergeser bila terjadi benturan. Bagian pengikat sabuk pengaman pada kursi anak juga harus memenuhi syarat dan standar keamanan terkait

6. Apakah ada merek kursi anak yang bisa digunakan untuk motor?

Banyak merek kursi anak yang sudah memenuhi standar keamanan di pasaran, misalnya merek Kiddy, Dora, Baby Safe, Bebek, dan masih banyak lagi

7. Apakah kursi anak motor bisa digunakan untuk motor jenis apa saja?

Perlu diperhatikan, karena kursi anak di motor biasanya dipasang pada bagian belakang motor, motor jenis sport seperti ninja cenderung kurang cocok digunakan untuk kursi anak. Sebaiknya menggunakan motor jenis bebek atau scooter.

8. Berapa usia maksimal anak yang dapat menggunakan kursi anak di motor?

Umur maksimal anak yang diperkenankan untuk menggunakan kursi anak di motor adalah 7 tahun. Hal ini mengacu pada standar keamanan SNI untuk kursi anak di motor.

9. Apa saja jenis sabuk pengaman yang digunakan pada kursi anak di motor?

Pada umumnya sabuk pengaman yang digunakan adalah sabuk pengaman seperti yang terdapat pada kursi mobil, sabuk pengaman tiga titik yang menjangkau pundak dan pinggang, serta lengkap dengan buckle agregat sabuk pengaman berbentuk U yang terletak di antara kaki anak untuk mencegah anak jatuh.

10. Apakah harus membuat kursi anak di motor sendiri?

Jika tidak memiliki keterampilan khusus, sebaiknya membeli kursi anak di motor yang sudah terjamin kualitas dan keamanannya. Namun, jika ingin mengeksplorasi kemampuan membuat sendiri, pastikan memahami tahapan dan standar keamanan yang harus dipenuhi.

11. Bagaimana cara merawat kursi anak di motor?

Kursi anak di motor yang dibuat sendiri perlu dirawat dengan baik dan benar agar tetap awet dan tidak cepat rusak. Lakukan pembersihan secara berkala, serta periksa baut dan angka agar tetap kuat dan kokoh

12. Apakah dapat menjual hasil produksi kursi anak di motor?

Tentu saja. Setelah berhasil membuat kursi anak di motor yang aman dan standar SNI, Anda bisa menjual kursi anak tersebut pada beberapa platform jual beli online yang ada.

13. Bagaimana cara memperkirakan ukuran kursi anak yang cocok?

Untuk memperkirakan ukuran kursi anak yang sesuai, bisa menggunakan pengantar tinggi badan anak. Jika kurang dari 115 cm, kursi anak harus disesuaikan dengan ukuran, dan jika lebih dari itu, kursi anak di motor tidak diperkenankan lagi karena tinggi badan yang melebihi kursi.

Kesimpulan

Sudahkah Anda memahami cara membuat kursi anak di motor? Kursi anak di motor memang tidak wajib digunakan, namun berguna bagi orang tua yang ingin membawa anak dalam perjalanan dengan kendaraan roda dua. Perlu diingat bahwa dalam membuat kursi anak motor juga harus memperhatikan keamanan dan menggunakan bahan serta alat yang berkualitas. Dengan cara ini, kendaraan roda dua Anda menjadi lebih aman, nyaman, dan tentu saja mampu menjiwai dedikasi sebagai orang tua yang dapat menyediakan kenyamanan dan keamanan untuk anak-anak tercinta.

Jangan lupa untuk selalu memperhatikan keselamatan, baik saat membuat kursi anak di motor dan saat dipasang di motor, agar anak dapat menikmati berkendara bersama keluarga dengan aman dan nyaman.

Disclaimer

Artikel ini dihasilkan untuk tujuan informasi saja dan tidak dimaksudkan sebagai pengganti nasihat keamanan atau saran pada para pembaca. Artikel ini hanya memberikan informasi dasar tentang bagaimana cara membuat kursi anak di motor

Bagikan: