Ingin Modifikasi Motor ? Awas Kena Denda Rp 24 Jutaan

Motor Modifikasi Akan Kenda Denda Rp 24 juta dari pihak Kepolisian – Bagi sobat otomotif yang gemar memodifikasi motor, untuk saat ini harus berfikir ulang terlebih dahulu. Mengapa demikian ? karena saat ini pihak Kepolisian Republik Indonesia mulai menertibkan kendaraan bermotor. Hal ini berlaku untuk sepeda motor maupun mobil yang mana dimodifikasi, serta menyalahi aturan yang sudah ditetapkan. Ancaman denda modifikasi motor ini tidak main-main yakni sekitar Rp 24 jutaan. Wow, mahal sekali bukan !

Meski begitu dunia modifikasi motor atau mobil di Indonesia sendiri memang suatu hal yang menjadi kebiasaan. Sehingga tak heran membuat Indonesia dikenal sebagai salah satu tempatnya para builder atau modifikator handal terbaik di dunia. Bahkan saat ajang gelaran Kustomfest 2015 silam, dari tangan kreativitas modifikator mampu membuat para builder asing kelas dunia ” kagum “, dengan modifikasi anak negeri tersebut yang berlangsung di Yogyakarta.

Dibalik itu ternyata semakin maraknya modifikasi motor atau mobil mampu memicu potensi ” marabahaya “, dengan catatan bila berkendara dijalan. Untuk itu aturan modifikasi kini telah tercantum secara tertulis di Konstitusi, inilah yang membuat para modifikator handal memiliki ruang yang terbatas untuk berkreasi. Selain itu pula ada efek samping ketika Anda berniat modifikasi motor. Hal ini dikarenakan kendaraan modifikasi sering disalah gunakan fungsinya yang mana bisa membahayakan pengemudi atau pengendara kendaraan lain dijalan. Salah satunya untuk ajang kebut-kebutan alias balap liar di jalan dan lain sebagainya.

Dengan begitu peringatanlah yang akan mampu membuat mereka jera dengan hal berkaitan dengan modifikasi. Apalagi kini peraturan tertulis dan sudah tertera denda modifikasi motor paling banyak senilai Rp 24 jutaan. Padahal dengan uang segitu banyaknya bisa untuk membeli motor baru. Sesuai dengan aturan yang tertulis pada pasal 277 jo pasal 316 ayat (2) UU No 22/ 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan dengan ancaman pidana penjara paling lama satu tahun serta denda maksimal senilai Rp 24 jutaan. Mengingat pasal tersebut memuat juga larangan modifikasi motor atau mobil yang mana diubah bentuk standartnya.

Ads

Sedangkan mengenai maksud dari perubahan bentuk dalam modifikasi kendaraan, lebih detailnya diterangkan pada pasal 131 huruf (e) dan pasal 132 ayat (2) dan ayat (7) PP No 55 tahun 2012 tentang mengenai kendaraan Jo Pasal 50 ayat (1) UU No 22 tahun 2009 tentang angkutan jalan dan lalu lintas, bahwa sebuah kendaraan yang telah dimodifikasi, sehingga membuat perubahan tipe berupa dimensi, mesin sekaligus kemampuan, daya angkut, wajib dilakukan uji tipe untuk bisa memperoleh sertifikat.

Berikut Poin-Poin yang ditekankan dalam Aturan Modifikasi Motor atau Mobil :

1. Modifikasi kendaraan bermotor wajib dilakukan oleh bengkel umum yang sudah ditunjuk oleh Kementrian Perindustrian.

2. Modifikasi kendaraan bermotor hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi dari pihak APM (Agen Pemegang Merk) kendaraan tersebut.

3. Kendaraan bermotor yang sudah dimodifikasi wajib didaftarkan kepada Kesatuan Polri pelaksana registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor pada kantor SAMSAT, untuk memperoleh STNK baru yang mana sesuai dengan perubahan pada kendaraan bermotor tersebut.

Baca juga : Tips Modifikasi Motor Agar Larinya Cepat dan Kencang.

Itulah 3 poin yang ditekankan untuk modifikasi motor atau mobil. Sehingga kini kalian sobat otomotif harus mulai bersikap bijak, bila ingin modifikasi kendaraan bermotor. Mengingat sebenarnya modifikasi tidak sepenuhnya dilarang. Namun perlunya tidak menyalahi aturan yang telah ditetapkan oleh Kepolisian Republik Indonesia. Salam otomotif terkini.

Ads

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*