Memahami Konsep Ampere pada Motor 3 Phase

Sobat Otosemi, sebelum kita membahas bagaimana cara menghitung ampere motor 3 phase, ada baiknya kita memahami terlebih dahulu apa itu ampere dan bagaimana konsepnya pada motor 3 phase. Ampere (A) adalah satuan pengukuran atas kuat arus listrik. Pada motor 3 phase, arus listrik mengalir pada 3 kumparan sekaligus, sehingga dikenal dengan istilah 3 phase. Pemahaman konsep ini penting agar kita bisa menghitung dengan akurat ampere pada motor 3 phase.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ampere pada Motor 3 Phase

Setelah memahami konsep ampere pada motor 3 phase, Sobat Otosemi perlu mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi ampere pada motor 3 phase. Beberapa faktor tersebut antara lain:

No
Faktor
Pengaruhnya pada Ampere
1
Tegangan
Semakin tinggi tegangan, semakin rendah ampere
2
Daya
Semakin tinggi daya, semakin tinggi ampere
3
Frekuensi
Semakin tinggi frekuensi, semakin rendah ampere
4
Jumlah kumparan
Semakin banyak kumparan, semakin rendah ampere

Dengan mengetahui faktor-faktor tersebut, Sobat Otosemi bisa menghitung dengan akurat ampere pada motor 3 phase.

Cara Menghitung Ampere pada Motor 3 Phase

Setelah mengetahui konsep dan faktor-faktor yang mempengaruhi ampere pada motor 3 phase, maka Sobat Otosemi siap untuk menghitung ampere pada motor 3 phase. Ada 2 metode yang bisa digunakan, yaitu metode rumus dan metode pengukuran. Berikut adalah penjelasannya:

Metode Rumus

Untuk menggunakan metode rumus, Sobat Otosemi memerlukan data-data teknis motor 3 phase, seperti tegangan, daya, dan frekuensi. Berikut rumus yang digunakan:

Ampere = Daya / (Tegangan x Faktor Daya x 1,73)

Dalam rumus tersebut, 1,73 adalah faktor pengali yang harus digunakan pada motor 3 phase.

Contoh kasus: Motor 3 phase memiliki daya 10 HP, tegangan 220V, dan faktor daya 0,85. Berapa ampere yang dibutuhkan?

Jawaban:

Ampere = 10 x 746 / (220 x 0,85 x 1,73) = 26.9 A

Metode Pengukuran

Metode pengukuran bisa dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut amperemeter atau tong tester. Sobat Otosemi tinggal menghubungkan amperemeter pada 1 kabel dari 3 fase, kemudian membaca angka yang tertera pada amperemeter. Perlu diingat bahwa pengukuran harus dilakukan pada saat motor dalam keadaan beban penuh.

Kelebihan Menghitung Ampere pada Motor 3 Phase

Menghitung ampere pada motor 3 phase memiliki beberapa kelebihan, yaitu:

  1. Memastikan motor 3 phase bekerja secara optimal dan aman
  2. Mencegah kerusakan motor 3 phase akibat arus listrik yang terlalu tinggi
  3. Meningkatkan efisiensi dan umur motor 3 phase
  4. Meminimalisir biaya perawatan dan penggantian suku cadang
  5. Memudahkan dalam perencanaan dan pengaturan sistem kelistrikan
  6. Meminimalisir risiko korsleting dan kebakaran
  7. Memberikan penghematan biaya listrik karena bisa mengurangi rugi-rugi daya

Dari kelebihan-kelebihan tersebut, bisa disimpulkan bahwa menghitung ampere pada motor 3 phase adalah hal yang sangat penting dan wajib dilakukan bagi siapa saja yang memiliki motor 3 phase.

Kekurangan Menghitung Ampere pada Motor 3 Phase

Meskipun memiliki kelebihan, menghitung ampere pada motor 3 phase juga memiliki beberapa kekurangan, yaitu:

  1. Membutuhkan data teknis motor 3 phase yang akurat
  2. Memerlukan alat yang tepat untuk mengukur amper
  3. Sedikit lebih rumit dibandingkan dengan menghitung ampere pada motor 1 phase
  4. Memerlukan biaya untuk membeli alat dan tambahan perangkat
  5. Membuat pemilik motor 3 phase harus mempelajari konsep dan teori listrik lebih dalam
  6. Membutuhkan waktu dan tenaga ekstra untuk melakukan perhitungan
  7. Hasil perhitungan bisa terpengaruh oleh faktor-faktor eksternal, seperti kondisi lingkungan dan suhu

Walaupun memiliki kekurangan-kekurangan tersebut, tidak ada alasan untuk tidak menghitung ampere pada motor 3 phase karena keuntungan jauh lebih besar dibandingkan dengan kerugian.

FAQ tentang Cara Menghitung Ampere pada Motor 3 Phase

1. Apakah Menghitung Ampere pada Motor 3 Phase Harus Dilakukan Setiap Saat?

Tidak harus setiap saat, namun disarankan untuk dilakukan pada saat instalasi baru, perubahan beban, atau masalah pada motor.

2. Apa Saja Data Teknis Motor 3 Phase yang Dibutuhkan untuk Menghitung Ampere?

Berbagai data teknis motor 3 phase yang diperlukan antara lain daya, tegangan, frekuensi, faktor daya, dan jumlah kumparan.

3. Apakah Semua Motor 3 Phase Memerlukan Perhitungan Ampere?

Iya, semua motor 3 phase perlu dihitung ampere-nya untuk menjaga agar bekerja secara optimal dan aman.

4. Apa yang Terjadi Jika Arus Listrik pada Motor 3 Phase Terlalu Tinggi?

Jika arus listrik pada motor 3 phase terlalu tinggi, maka bisa menyebabkan overheat, kerusakan pada komponen, atau bahkan kebakaran.

5. Apa yang Harus Dilakukan Jika Hasil Perhitungan Ampere pada Motor 3 Phase Terlalu Tinggi?

Jika hasil perhitungan ampere pada motor 3 phase terlalu tinggi, maka Sobat Otosemi harus mengurangi beban atau mengganti motor dengan yang lebih besar kapasitasnya.

6. Apa Faktor Daya dan Mengapa Penting Dalam Perhitungan Ampere pada Motor 3 Phase?

Faktor daya adalah rasio antara daya aktif dan daya apparent. Penting dalam perhitungan ampere pada motor 3 phase karena bisa mempengaruhi besaran ampere yang dibutuhkan.

7. Apa yang Harus Dilakukan Jika Tidak Punya Alat Pengukur Amper?

Jika tidak punya alat pengukur amper, maka bisa menggunakan metode rumus untuk menghitung ampere pada motor 3 phase.

8. Apa yang Terjadi Jika Ampere pada Motor 3 Phase Terlalu Rendah?

Jika ampere pada motor 3 phase terlalu rendah, maka bisa menyebabkan motor tidak bekerja secara optimal dan bisa mengalami overheat.

9. Apa yang Harus Dilakukan Jika Ampere pada Motor 3 Phase Terlalu Rendah?

Jika ampere pada motor 3 phase terlalu rendah, maka bisa menambah beban atau mengganti motor dengan yang lebih kecil kapasitasnya.

10. Apa yang Dimaksud dengan 3 Phase pada Motor?

3 phase pada motor berarti arus listrik mengalir pada 3 kumparan sekaligus, yang biasanya membentuk sudut 120 derajat.

11. Apa Penyebab Motor 3 Phase Overheat?

Motor 3 phase bisa mengalami overheat akibat pemakaian yang berlebihan atau tidak sesuai kapasitasnya, kurangnya sirkulasi udara, atau rusaknya komponen pada motor.

12. Bagaimana Cara Menambah Beban pada Motor 3 Phase?

Caranya bisa dengan menambah peralatan atau mesin yang menggunakan motor 3 phase, atau mengatur dengan pengatur daya atau voltase.

13. Apa yang Harus Dilakukan Jika Motor 3 Phase Rusak?

Jika motor 3 phase rusak, sobat Otosemi bisa memperbaiki sendiri jika memiliki kemampuan, atau membawa ke bengkel atau teknisi yang terpercaya.

Kesimpulan

Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa menghitung ampere pada motor 3 phase merupakan hal yang sangat penting dan wajib dilakukan untuk menjaga agar motor bekerja secara optimal dan aman. Ada 2 metode yang bisa digunakan, yaitu metode rumus dan metode pengukuran. Meskipun memiliki kekurangan seperti membutuhkan data teknis yang akurat dan waktu ekstra untuk perhitungan, namun kelebihannya jauh lebih besar, antara lain bisa meningkatkan efisiensi dan umur motor, meminimalisir biaya perawatan dan penggantian suku cadang, dan memberikan penghematan biaya listrik. Oleh karena itu, Sobat Otosemi diharapkan melakukan perhitungan ampere pada motor 3 phase secara berkesinambungan dan rutin.

Disclaimer

Informasi yang diberikan dalam artikel ini hanya untuk tujuan edukasi dan tidak dapat dijadikan sebagai pengganti konsultasi langsung dengan ahli listrik. Penyusun artikel tidak bertanggung jawab atas segala kerugian atau kerusakan yang mungkin terjadi akibat penggunaan informasi yang disajikan dalam artikel ini. Gunakan informasi ini dengan bijak dan lakukan perhitungan ampere pada motor 3 phase dengan hati-hati dan teliti.

Bagikan: