Yuk Intip Sejarah Daftar Motor Bebek Antik Honda Berikut Ini!

Honda C70 Klasik

OTOSEMI.com- Belakangan ini, minat warga dunia akan otomotif khususnya untuk kendaraan roda dua memiliki variasi baru. Bukan hanya menaruh minat pada kecanggihan keluaran terbaru, namun juga mulai melirik kembali produk-produk tempoe doloe yang sempat menjadi primadona. Salah satu yang banyak dicari oleh para kolektor kendaraan lawas adalah motor keluaran Honda. Sejak tahun 1950an, Honda sudah mulai bergabung dalam pasar otomotif dunia. Sejak saat itu, Honda terus melakukan inovasi dan perbaikan akan kendaraan produksinya.

Penasaran dengan generasi keluaran Honda yang juga hits di kalangan kolektor sepeda motor antic? Yuk langsung saja simak daftar motor bebek antik Honda berikut ini.

Generasi Pertama Honda Super Cub

Super Cub c50

Daftar motor bebek antik Honda yang pertama adalah Honda super cub, generasi pertama dikeluarkan dengan tiga tipe yakni Honda C50, C80, dan C100. Pada tahun 1958, tipe C80 dan C100 dirilis terlebih dahulu, baru disusul oleh C50. Generasi pertama Honda yang dijuluki “bebek unyil” ini laris di pasaran. Selain itu, produksinya juga disambut baik di belahan dunia lain seperti Australia dan Amerika. Ciri khas generasi pertama ini adalah lampu yang tersemat di bagian dada motor, kunci kontak yang berada di samping jok. Dan untuk dapur pacunya sendiri menggunakan mesin 50 cc. Untuk produksi awal, motor ini bisa dibilang lumayan.

Generasi Kedua Honda Super Cub

Daftar motor bebek antik Honda selanjutnya adalah generasi kedua. Setelah 8 tahun tak keluarkan generasi Cub selanjutnya, rupanya pada 1966 Honda mencoba mencoba peruntungan dengan merilis Cub terbaru setelah Cub generasi pertama yang laris manis. Honda merilis kembali Cub C50 dengan upgrade spesifikasi. Bukan hanya itu, Honda juga mengeluarkan Cub C70 dan C90. Motor antik Honda C70 ini juga menjadi favorit masa itu. Untuk Cub C90 menggunakan kopling. Berbeda dengan generasi sebelumnya, generasi Cub kedua dijulki “pispot” sebab bagian joknya yang sekaligus sebagai ciri khas berbentuk seperti pispot dan terpisah dengan bagian belakangnya. Untuk headlamp sendiri dibuat menyatu dengan setang. Generasi kedua Honda Cub ini lalu berhenti diproduksi pada tahun 1973.

Generasi Ketiga Honda Super Cub

Jika keluaran generasi pertama dan kedua ada beberapa variasi tipe, generasi ketiga Cub hanya dikeluarkan setipe saja. Namun, meskipun demikian generasi ketiga ini masih eksis hingga kini. Jika dilihat sekilas, generasi ketiga memang tak memiliki perbedaan jauh dengan generasi kedua . Namun, yang membuatnya berbeda dengan generasi sebelumnya adalah kunci kontak yang diletakkan di dekat setang sementara itu, jok boncenger dan rider sudah menjadi satu dan setangnya berbentuk V. Banyak orang menyebut generasi ketiga Honda Super Cub ini sebagai “Si Pitung” yang merupakan kependekan dari pitung puluh dalam bahasa Jawa, yang dalam bahasa Indonesia diartikan tujuh puluh. Ini sesuai dengan kubikasi Si Pitung sendiri yakni 70 cc.

Generasi Honda Astrea 700 dan 800

Makin tahun berjalan, karir Honda makin melejit. Setelah sukses dengan tiga generasi Super Cub, rupanya Honda mencoba membawa angin segar bagi penggemarnya. Honda merilis Honda Astrea 700 dan 800. Jika dibandingkan dengan Si Pitung, Astrea 700 memiliki desain yang berbentuk lebih kotak. Ciri khas Astrea 700 bisa dilihat pada bagian Headlamp yang berbentuk trapesiuum sementara dengan lampu sein kotak yang bertengger pada setang. Sementara itu, stoplamp tersemat terpisah dengan sein berada tepat di bawah jok. Speedometernya berbentuk kotak menyatu dengan lubang kunci. Dapur pacunya tetap menggunakan mesin 30 cc dengan 3 speed.

Setelah itu, Honda melakukan facelift dengan merilis Honda Astrea 800. Astrea 800 melakukan upgrade pada bagian joknya yang bertambah lebar dengan punuk lebih ramping. Bukan hanya itu, upgrade juga pada speedometer dengan yang lebih lebar dan sangat informatif. Visor yang semula berada di batok lubang kunci bagian bawah setang dan lampu, kini visor berada di bawah jok dan lampu sein serta menyatu dengan stoplamp. Untuk dapur pacunya sendiri bertambah dari 70 cc ke 80 cc dengan transmisi 3 speed.

Generasi Honda Astrea Star dan Astrea Prima

Masih melanjutkan generasi Honda Astrea, Honda merilis Honda Astrea Star adan Astrea Prima. Bisa dibilang, Astrea Star dan Astrea Prima merupakan penyempurnaan dari generasi astrea sebelumnya. Astrea Star resmi dirilis pada 1985 dan dianggap sebagai ganti Astrea 800 hanya saja headlampnya lebih ramping namun tetap berbentuk trapezium. Untuk lampu sein dihadirkan dengan lebih simple dan slim. Bukan hanya itu, kesan simpel dan minimalis juga bisa dilihat pada sektor sayapnya. Stoplampnya juga berubah bentuk menjadi ekor bebek dan mesinnya yang menggunakan teknologi CDI, tak lagi menggunakan platina.

Berlanjut ke Astrea Prima yang dirilis pada 1988. Astrea Prima merupakan versi minor change dari Astrea Star. Tentu saja, Honda kembali mengupgrade kelengkapan dan spesifikasinya menjadi lebih ciamik. Pada shockbraker kini sudah menjadi teleskopik dengan kubikasi mesin hingga 95 cc. Jika sebelumnya dapur pacu tetap menggunakan 3 percepatan, Astrea Prima sudah diupgarde menjadi 4 percepatan. Meskipun saat itu masih dalam proses built up di negara asalnya, Jepang, Honda sudah pernah mencatat 120km/jam sebagai top speednya.

Generasi Honda Astrea Grand

Astrea Grand

Honda terus melakukan upgrade pada produknya. Salah satunya adalah Honda Astrea Grand yang rilis pada 1991. Tahun 1991 disebut-sebut sebagai titik mula persaingan kendaraan roda dua di Indonesia. Kompetitor dari perusahaan lain pun mulai menjamur. Misalnya saja produsen Yamaha yang merilis Yamaha Alfa dan Suzuki yang merilis Suzuki Crystal. Meskipun Honda Astra Grand hadir dengan spesifikasi mesin yang tak berbeda jauh dengan Astrea sebelunya, desain yang diusung Honda menjadikan Grand yang lebih aorodinamis dan ramping mengikuti selera konsumen. Headlamp dan stoplamp juga dibuat mengikuti shape bodi sehingga terkesan lebih luwes dan minimalis.Pada bagian footstep belakang, rupanya Honda tak lagi ikuti swingarm yang tentu saja meminimalisir getaran. Pada tahun 1994, Honda mengupgrade Astra Grand dengan menambahkan spoiler duck pada bagian belakang serta stoplamp. Mulai dari keluaran inilah penjualan produk Honda makin meningkat dan terus meningkat

Generasi Honda Astrea Supra

Bisa dibilang, Honda merupakan produsen kendaraan roda dua yang terus melakukan perbaikan pada barang produksi mereka. Terbukti, tahun 1997, setelah dua tahun mengeluarkan Grand, Honda merilis Honda Astrea Supra. Desain yang dibawakan sepeda motor antik Honda ini juga mengikuti perkembangan zaman. Terlihat lebih moderen dan tentunya berkelas. Headlamp pada Astrea Supra diletakkan menyatu dengan sein sementara stoplamp sudah mengadopsi desain ducktail serta speedometer yang hadir lebih modern dan lebih informatif.

Itulah daftar motor bebek antik Honda yang dirangkum khusus bagi Anda para penggemar otomotif khususnya penggemar motor antik atau jadul. Jangan lupa untuk selalu melakukan perawatan pada kendaraan bermotor Anda agar bisa tetap bisa dipakai dan senantiasa awet. Tak peduli motor lawas atau baru, jika terus dirawat pasti motor akan senantiasa sehat.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*