Yang sering modil kelewat batas, Bisa Denda Tilang Sampai Rp 24 Juta

denda tilang modifikasi mobil sembarangan

OTOSEMI.com- Banyaknya sekali pemilik kendaraan memodifikasi kendaraannya mulai darfi gaya hidup atau hanya sekedar hobi. mulai dari diganti bannya, modif dalam mobilnya sampai dengan modif warna cat mobil. Bukan hanya itu terkadang kendaraan yang dimodif bukan menjadi lebih baik malah menjadi aneh dan menggangu masyarakat seperti suara knalpot yang bising. Tapi jangan lupa, mengubah wujud atau penampakan kendaraan dari ori ke wajah baru dapat kena denda tilang sampai Rp 24 juta.

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP Budiyanto mengemukakan pihaknya merasa butuh mensosialisasikan aturan ini buat modifikasi kendaraan pada para pemilik kendaraan.

“Hasil pemantauan di arena lapangan ditemukan bahwa masih banyak dijumpai kendaraan modifikasi baik motor ataupun mobil yang menyebabkan perubahan jenis dengan cara tidak sah yang akan digolongkan dalam tindak pidana pelanggaran,” terang Budiyanto terhadap detikcom, Jumat (4/12/2015).

Aturan tersebut tertuang dalam Pasal 277 jo Pasal 316 ayat (2) UU No 22 thn 2009 bersama ancaman pidana penjara paling lama 1 thn atau akan di denda dengan maksimal  24 juta rupiah.

Budiyanto menyampaikan, perubahan wujud kendaraan atau memodifikasi boleh dilakukan namun mesti dilakukannya uji kategori agar mendapatkan sertifikat dari Kementerian Perhubungan.

Perihal ini cocok bersama Pasal 131 huruf e & pasal 132 ayat (2) & ayat 7 PP No 55 Thn 2012 berkenaan kendaraan Jo Pasal 50 ayat (1) UU No 22 Th 2009 berkenaan lalu lintas & angkutan jalan, bahwa kendaraan yang dimodifikasi maka menyebabkan perubahan kategori berupa dimensi, mesin & kehandalan, daya angkut, wajib dilakukan ujikategori buat meraih sertifikat.

“Uji type yang diterbitkan oleh Kementrian Perhubungan ini pula ada sekian banyak syaratnya,” ujarnya.

Keputusan tersebut sebagai berikut :
1. Modifikasi kendaraan bermotor hanya boleh dilakukan sesudah mendapati rekomendasi dari APM (Agen Pemegang Brand) kendaraan tersebut.
2. Modifikasi kendaraan bermotor wajib dilakukan oleh bengkel umum kendaraan bermotor yang ditunjuk oleh Kementrian Perindustrian.
3. Kendaraan kendaraan bermotor yang sudah dimodifikasi wajib diregistrasikan oleh Kesatuan Polri pelaksana registrasi & identifikasi kendaraan bermotor terhadap kantor Samsatutk mendapati STNK baru yangg cocok dengan perubahan kendaraan bermotor dimaksud.

“Kami mengharapkan penduduk paham dan mengerti bahwa memodifikasi kendaraan bermotor tanpa melalui mekanisme yang benar ialah tindak pidana kriminal,” cetusnya.

Beliau katakan pihaknya dapat menindak tegas customer jalan yang melanggar ketetapan tersebut dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Maka dari itu bagi kalian jangan terlalu modif ribet-ribet sekali, sehingga diharapkan kalian dapat diperbolehkan oleh dinas perhubungan untuk mengaspal dijalan

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*