Yang beda dari Sirkuit Marina Bay Singapura

ini dia sirkuit marina bay singapura

OTOSEMI.com- Bagai pepatah nothing is impossible buat Singapore, sejak tahun 2008 telah bekerja keras untuk menjadi tuan rumah perhelatan balapan bergengsi Formula 1. Meskipun disadari wilayahnya sangat terbatas bahkan tidak memiliki lahan tersisa untuk membangun sirkuit bertaraf internasional. Tapi inilah hebatnya Singapura mampu menyulap jalan raya menjadi lintasan GP formula 1 yang menantang bagi pembalap pembalap kelas dunia.

Lintasan Marina Bay yang didesain oleh Hermann Tike dikenal memiliki tingkat kesulitan yang tinggi. Banyak yang bilang sirkuit sepanjang 5.067 meter dengan 23 tikungan ini karakteristiknya mirip dengan sirkuit Monaco. Ada yang berbeda saat menonton balapan Formula 1 di Singapura dengan balapan di sirkuit lain. Menonton balapan di malam hari dengan penerangan lampu beberapa mega watt menawarkan pengalaman tersendiri.

Banyaknya tikungan sempit memberi tantangan bagi para pembalap karena menyebabkan pembalap sulit untuk saling menyalip. Diperkirakan mobil akan membutuhkan energi 2x lebih banyak untuk menyelsaikan 1 lap di sirkuit Marina Bay.

Pada musim 2015 kemarin ada sedikit perubahan pada tikungan 11 – 13 yang mengharuskan para pembalap ekstra hati-hati. Pembalap harus menyelesaikan lintasan sepanjang 308.828 km atau 61 putaran. Modifikasi lintasan pada pertandingan tahun ini bertujuan memberikan kesempatan pembalap untuk bisa saling menyalip satu sama lain.

Dari hasil pertandingan tahun sebelumnya mesin Renault terbukti mampu menaklukan sirkuit Marina Bay dengan baik dan meraih kemenangan sebanyak 4 kali dari 7 pertandingan GP di Singapura. Sedangkan waktu tercepat diraih oleh Sebastian Vettel pada tahun 2013. Kemenangannya pada musim 2015 menempatkan the Baby Schumi ini menjadi pembalap F1 ketiga terbaik.

Secara tidak langsung ajang bergengsi ini telah mengangkat nama baik serta mendatangkan keuntungan finansial bagi negara singa putih. Pada pertandingan tahun ini yang dilaksanakan bulan September lalu Singapura diperkirakan mampu meraup Rp 5,7 triliun dari penjualan tiket saja. Trek yang berada di tengah kota memudahkan penonton untuk menikmati pertandingan dari kamar hotel yang berada di sepanjang lintasan Marina Bay. Hal ini jelas meningkatkan pendapatan bagi pelaku bisnis restoran, hotel, maupun bisnis lainnya. Even ini sangat berharga untuk sarana promosi pariwisata.

Singapura masih mendapatkan perpanjangan kontrak sebagai tuan rumah penyelenggara balapan F1 sampai tahun 2017. Setiap pertandingan akan menelan biaya sebesar Rp 928 milliar dan pemerintah akan menanggung 60 % dari jumlah tersebut. Pemerintah Singapura berharap bisa mencapai kesepakatan baru dengan manajemen formula 1 untuk mendapatkan potongan biaya fee. Potongan biaya tersebut akan dialokasikan untuk mebiayai pengembangan opersional dan pengelolaan sarana atau fasilitas balapan pada sirkuit.

Terlepas dari untung dan rugi menjadi tuan rumah perhelatan GP formula 1 sudah pasti menjadi keinginan setiap negara. Dan Singapura sudah menunjukan kemampuannya dalam mewujudkan keinginan tersebut. Sirkuit Marina Bay sudah tentu manjadi symbol prestisius bagi negara jiran kita ini.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*