Tips Berbocengan Motor Yang Benar Dan Aman

8 Tips Berboncengan Saat Berkendara Sepeda Motor

8 Tips Berboncengan Saat Berkendara Sepeda Motor Yang Benar

Halo sahabat otomotif masih bersama dengan kami di situs ini yang membahas berbagai informasi dan Tips dunia Otomotif, nah untuk kesempatan yang baik ini kami akan memberikan artikel yang mengulas seperti apa sih berboncengan dengan menggunakan motor yang aman. Nah sahabat otomotif pasti sudah paham dengan tips berboncengan yang aman ini yah, tapi tidak apalah hanya untuk informasi tambahan saja untuk para pengendara motor yang sama sekali belum paham bagaimana caranya berboncengan menggunakan motor yang aman dan benar itu seperti apa. Kita tahu bahwa sering sekali terjadi kecelakaan di jalan raya karena hanya salah posisi dalam berboncengan saja, bisa saja posisinya yang tidak seimbang sehingga keseimbangan motor dijalan raya tidak bisa stabil dan akhirnya merugikan kita sendiri, kemudian keberatan beban yang dibawa, adanya faktor dari benda lainya yang kita kenakan. Maka akan saya bahas dibawah ini.

Penyebab terjadinya kecelakaan :

  1. Berboncengan terlalu jauh dengan pengendara motor sehingga motor tidak seimbang
  2. Beban yang terlalu banyak sehingga yang dibonceng tidak bisa leluasa berpegangan dengan benar dan aman.
  3. Masukkan kain atau sesuatu yang bisa membuat jari-jari motor terhambat misalnya ( sarung, selendang, dll)
  4. Posisi orang yang di bonceng

Baca juga : 10 Tips Berkendara Yang Aman di Jalan Raya.

Nah dari semua penyebab diatas tentu saja ada beberapa Tips untuk mengatasi hal tersebut supaya tidak terjadi pada diri anda. Lantas bagaimana berboncengan yang baik dan benar itu ? Simak langsung ulasannya dibawah ini yah sahabat otosemi.

  • Naik ketika motor sudah siap

Yang pertama tentu saja kalian disarankan untuk naik kendaraan motor jika posisi atau keadaan motor sudah siap dan mesin sudah menyala dengan baik, karena hal ini berhubungan dengan tarikan dari motor sendiri, kalau anda sudah berada diatas motor dengan kondisi motor yang masih mati atau sama sekali belum menyala terlebih keadaan Motor yang menggunakan sistem Manual ( Ogleng ) tanpa stater bisa mengganggu teman anda yang menyetir sehingga bisa saja cidera pada bagian kaki pada saat melakukan Ogleng pada motor. Hal sepele seperti ini harus di perhatikan dengan baik-baik karena walaupun hanya sepele tapi bisa saja merugikan orang lain.

  • Duduk yang nyaman

Kemudian yang kedua yaitu silahkan anda duduk dengan nyaman ketika motor sudah siap untuk berjalan, duduk serapat mungkin tanpa membuat anda risih sama sekali dengan pembonceng tentu akan membuat keselamatan secara menyeluruh untuk anda dan juga untuk pembonceng, jangan risih untuk berdekatan dengan pembonceng. Pastikan tetap nyaman, aman dan juga motor bisa seimbang sewaktu dijalanan yang sedang rusak dan licin.

  • Jangan duduk menyamping

Pembonceng Yang Dibonceng Posisi MenyampingSebenarnya sangat tidak disarankan untuk para pengendara motor terlebih bagi orang yang dibonceng dengan duduk secara menyamping. Mungkin berlaku untuk para wanita yang sedang menggunakan rok pendek yang mana susah untuk membuka kaki sehingga tidak apa-apa jika duduk dengan cara menyamping, tapi perlu di ingat bahwa gaya duduk seperti ini sangat tidak disarankan untuk keselamatan anda berdua. mengapa demikian ? misalkan saja jalanan licin dan anda duduk menyamping dengan menghadap ke bagian kanan dan kiri, jika pada saat belokan ban tergelincir bisa saja anda jatuh dengan posisi yang fatal yaitu kepala di bawah, ini sangat bahaya, terlebih untuk pegangan juga akan susah jika anda duduk secara menyamping, fungsi dari dudukan besi yang ada dibelakang jok motor itu selain untuk membawa barang juga sebagai pegangan anda pada saat anda berkendara jadi manfaatkan dengan baik untuk keamanan anda pada saat anda berada di jalan raya.

  • Merapat dan memegang baju/ Besi belakang

Seperti yang sudah saya utarakan diatas bahwa besi dibagian belakang jok itu bisa anda gunakan untuk pegangan ketika anda dibonceng demi keamanan anda dijalan raya. Jika tangan anda tidak sampai untuk memegang bagian besi belakang mungkin anda bisa memegang bagian baju atau jaket dari pembonceng agar lebih aman dan ketika posisi motor miring keseimbangan tetap stabil dan tetap aman.

  • Jangan duduk terlalu belakang

Biasanya karena risih banyak sekali orang yang dibonceng lebih memilih untuk duduk dibagian belakang jok sendiri, padahal ini sangat tidak baik untuk keamanan anda dan juga pengendara, posisi duduk yang terlalu kebelakang akan membuat motor tidak seimbang terlebih pada saat dijalan berlubang dan juga pada saat motor berbelok, terasa lebih berat dan juga ban depan akan terasa terangkat. Ini sangat tidak baik jika anda berada dijalanan yang licin dan juga berlubang. Alangkah lebih baiknya kalau anda merapat kepada pembonceng.

  • Jangan menggunakan selendang terurai

Keenam yang harus kalian perhatikan yaitu menghindari membawa selendang atau jarik yang bisa menyelakaan diri anda sendiri terlebih untuk orang yang diboceng. Pernah terjadi sebuah kecelakaan seorang ibu yang membawa anaknya menggunakan jarik, posisi ibu ini dibonceng oleh suaminya sendiri. Entah lalai atau ceroboh jarik yang digunakan untuk menggendong anaknya terurai kebawah sehingga dekat sekali dengan jari-jari ban, pada saat di jalanan yang berlubang jarik ini masuk ke bagian jari-jari sehingga mengakibatkan ibu itu setengah tercekik dan juga motor jatuh berserta suami dan juga anaknya, untungnya hanya lecet sedikit pada bagian leher dan posisi motor pada waktu itu juga tidak terlalu kencang karena dijalanan yang berlubang. Coba saja kalau pada saat ini keceptannya 100. Apa yang akan terjadi ? Nah itu bisa menjadi pelajaran untuk kita semua agar membawa selendang dan jarik di posisikan dengan aman.

Baca juga :Tips Aman Mengendarai Motor di Malam Hari Khusus Perempuan.

  • Tetap bergerak seirama

Kemudian yang ketujuh yaitu anda dan pembonceng kalau bisa bergerak seirama ketika pada saat itu posisi motor sedang miring maka anda bisa menyeimbanginya dengan mengikuti posisi tubuh pembonceng agar motor tetap stabil. Hal ini di berlakukan untuk keadaan ban depan dan belakang. Ketika motor berbelok tekanan ban depan dan ban belakang tetaplah sama sehingga pada saat jalanan licin motor tidak mudah tergelincir.

  • Selalu samakan pergerakan dan pandangan

Selalu samakan pergerakan pandangan kepala anda dengan pembonceng, jangan sekali menundukan dan menyenderkan kepala anda ke bahu pembonceng karena akan membuat pembonceng akan kehilangan keseimbangan baik itu di bahu kanan dan kiri. Itu sangat berbahaya, kalau posisi anda masih mengantuk maka anda bisa meminta untuk berhenti dan beristirahat bentar. Itu jauh lebih baik dari pada harus menyenderkan kepala anda kebahu dan anda sempat ketiduran. Bisa jatuh juga nantinya.

Nah itulah beberapa tips yang aman dan benar sebagai orang yang dibonceng menggunakan motor, semoga informasi yang bermanfaat dan berguna ini bisa menjadi informasi yang penting untuk anda agar tetap berkendara dengan aman dan tidak merugikan orang lain.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*