Speed Sisters juara dunia balap wanita

OTOSEMI.com- Ditengah konflik yang berkepanjangan antara Israel dan Palestina ternyata masih ada secercah harapan untuk wanita wanita cantik ini. Untuk pertama kalinya pada tahun 2009 kelompok wanita Palestina yang semula beranggotakan 8 orang dan kini tinggal 4 orang diantaranya Betty Saadah, Noor Daoud, Mona Ennab, dan Marah Zahalka, telah dengan berani mendeklarasikan sebagai tim balap wanita Palestina. Setelah mendapatkan dukungan dari warga Palestina dan kedutaan Inggris di Yerusalem serta Federasi Olag raga Otomotif Palestina kini mereka menjadi pembalap yang diakui dunia.

Kabar baik ini telah membuka mata dunia bahwa tidak selamanya wanita Timur Tengah selalu hidup terkekang baik oleh nilai sosial maupun tradisi. Semula memang banyak pengorbanan yang telah dilakukan oleh wanita wanita peberani ini sebelum meraih kesuksesan sebagai pembalap wanita dunia.

Dengan latar belakang keluarga Palestina yang penuh dengan tekanan baik secara ekonomi maupun peraturan mereka sudah pasti tidak pernah terpikirkan tentang dunia balapan wanita sebelumnya. Karena kecintaan mereka pada dunia balap akhirnya memutuskan untuk membentuk tim balap wanita.

Tantangan terberat yang dihadapi Speed Sisters yaitu ketika menghadapi kelompok masyarakat yang masih beranggapan bahwa pembalap wanita merupakan pekerjaan yang haram dan dilarang oleh Allah.

Pengorbanan dan kerja keras mereka tidak sia sia sejak lima tahun terakhir Speed Sisters sudah malang melintang di arena lomba balap jenis drift di negara negara Timur Tengah. Bahkan saat ini banyak penggemar mereka berasal dari negara Yordania.

Amber Fares seorang sutradara film asal Ramallah Palestina tertarik membuat film tentang kisah mereka. Bagaimana keluarga Zahalka harus merelakan kekayaan menjual tanah untuk membiayai karir putrinya sebagai pembalap. Mereka telah bekerja keras tidak hanya mengobankan harta tetapi juga telah mendapatkan ejekan dari kaum lelaki. Tetapi film Amber telah membuka mata sekelompok masyarakat bahwa pendapat mereka sama sekali tidak benar.

Akhirnya mereka menerima Spees Sisters bahkan mendukung sepenuhnya karena mambawa nama baik Palestina di mata dunia. Lambat laun pembalap pembalap wanita ini diberi fasilitas latihan untuk dapat akses latihan ke trek bahkan mereka juga mendapatkan tawaran bantuan dana dari fans.

Tekanan Israel yang tidak menginginkan mereka memenangkan lomba di wilayah Arab tidak pernah menyurutkan semangat mereka. Israel sengaja pengeluarkan peraturan yang ketat terutama untuk mobil balap yang menuju Yordania atau negara Arab lainnya harus memilik kartu identitas Israel. Keadaan menjadi sulit ketika warga Palestina tidak mempunyai kartu ID Israel. Beruntung hanya Noor yang memiliki kartu ID yang syah. Meski banyak hambatan Speed Sisters tetap maju pantang menyerah untuk mengikuti balap di seluruh dunia.

Saat ini Speed Sisters telah menjadi tokoh inspiratif untuk anak anak perempuan di Palestina. Mereka telah menaburkan secercah harapan untuk anak anak di tanah Gaza. Pembalap wanita ini dijadikan panutan dan contoh bahwa hidup harus tetap berjalan walaupun dalam keadaan sulit di tengah peperangan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*