Signal Harga Sepeda Motor Honda Bakal Naik Akibat Rupiah Melemah

Honda Beri Isyarat Kenaikan Harga Motor- Memang tak bisa di pungkiri yang mana kini nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing yakni Dollar (Amerika Serikat) semakin merosot dratis, bayangkan saja sejak sepekan ini nilai 1 USD sama dengan Rp 13.000,-. Walau beberapa bulan yang lalu masih di ambang Rp 12.700,- hal ini tentu tidak stabil sekali. Dengan nilai tukar semakin melemah ini justru akan berdampak pada beberapa industri yang ada di Indonesia yang mana masih menggunakan bahan impor. Maka tak heran jika perekonomian Indonesia jadi tidak stabil, langkah yang di ambil oleh pelaku produksi barang termasuk sepeda motor ialah menaikkan harga motor tersebut agar tidak merugi.

Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika ini juga berimbas pada industri otomotif Honda, yang mana pada awal melemahnya masih mampu mempertahankan harga motor honda, namun karena semakin lemahnya rupiah menjadikan harga motor mau tidak mau harus di naikkan agar tidak ada kerugian yang melanda pabrikan berlambang sayap mengeprak ini. Bahkan signal kenaikkan harga motor honda mulai terlihat dari Honda-Jepang, pemicu harga motor naik ini ialah termasuk juga komponen yang di gunakan untuk proses perakitan sebuah motor.

Penyebab Harga Motor Naik

Untuk produsen motor honda yang membuat motor dengan komponen asli lokal mencapai 80 persen serta berlokasi di dalam negeri, mereka masih bisa antisipasi harga dengan cara menahan kenaikkan harga. Yang mana mereka masih menunggu hingga ekonomi berjalan kondusif. Proses ini di lakukan dan di jalankan lebih gampang sekali yakni menekan efisiensi produksi. Tapi sayagnya hal ini tidak akan bisa berlaku jika status motor impor atau CBU. Sebab sudah bisa di hitung jika harga komponen luar dan biaya perakitan juga dari luar Indonesia, pasti harga motor juga akan mengikuti nilai tukar dari dollar itu sendiri.

Motor Impor utuh melalui Honda Indonesia ini ada pada varian motor sport Honda CBR250 dan motor skutik premium Honda PCX, kedua varian motor honda ini memang asli motor CBU yang tidak mungkin bisa di tekan harga normalnya sehingga sudah pasti akan naik juga. Selanjutnya untuk model motor anda yang bukan berasal dari impor utuh atau asli buatan lokal pun bisa juga mengalami kenaikkan harga motor tapi dalam jangka waktu yang relatif lama, sebab dalam perakitan motor itu juga harus memakai komponen impor dari luar mungkin hanya sebesar 5% hingga 10% saja.

Dampak Buruk dari Harga Motor Naik

Hal ini pun juga membuat pihak AHM (Astra Honda Motor) semakin pusing dan tertekan dengan masalah perekonomian yang makin lemah sebab nilai tukar rupiah ke mata uang dollar terus menguat. Pernyataan ini pun dapat di simpulkan jika nilai tukar rupiah-dollar amerika semakin anjlok akan berstatus signal lampu hijau yakni harga naik untuk motor-motor lansiran honda. Dengan adanya kenaikan harga motor honda untuk beberapa bulan ke depan ini juga akan berimbas pada penjualan motor honda akan semakin menurun secara signifikan.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*


*