Mungkinkah Penjualan Motor Tak Selaris Tahun Lalu Akibat Dollar Melejit

Dollar Melejit Pengaruhi Penjualan Motor- Di Indonesia kini sedang di landa masalah keuangan yang terjadi beberapa bulan belakangan ini yang mana nilai tukar rupiah semakin menurun saja bahkan mengakibatkan dollar makin meningkat saja. Beberapa hari yang lalu nilai tukar mata uang dollar ke rupiah sungguh mengerikan sekali sebab telah mampu sentuh Rp 13.200,-/per dollar-nya. Tentu kenyataan ini akan bisa menimbulkan dampak buruk bagi Pemerintahan Indonesia yang mempunyai hutang pada bank Dunia mencapai 5%, porsentase tersebut lebih besar di banding hutang yag seharusnya di bayarkan.

Namun berbagai upaya telah di lakukan oleh pemerintahan agar nilai tukar mata uang dollar Amerika Serikat bisa stabil lagi dengan cara memperbaiki kembali sistem keuangan, sehingga di harapkan nantinya mata uang rupiah bisa menguat kembali seperti sedia kala. Lantas kondisi seperti ini mungkinkah bisa pengaruhi terhadap penjualan motor di Indonesia?

Memang di saat melejitnya nilai tukar mata uang dollar yang berimbas semakin melemahnya rupiah ini menjadi pengaruh besar terdapat para pelaku industri otomotif wilayah Tanah Air yang bisa jadi mereka akan merasa tertekan sekali. Selain itu ada dampak lagi dari nilai jual harga minyak dunia yang pada akhir-akhir ini semakin tidak stabil saja. Dengan begitu produsen sepeda motor akan gigit jari sebab biaya produksi juga bakal meningkat dratis. Dampak buruk yang akan di alami oleh produsen sepeda motor tak lain ialah menurunnya tingkat penjualan motor di tahun 2015 ini.

Bahkan hal tersebut di buktikan dengan adanya suatu kondisi yang mana kini bahan baku sepeda motor di Indonesia kebanyakan masih di datangkan dari luar negeri atau biasa di sebut impor. Walau ada dari beberapa produsen motor yang masih mempercayakan komponen asli lokal mencapai 80% sampai 90%. Namun justru akan membuat produsen sepeda motor semakin di persulit saja untuk mendapatkan bahan baku.

Salah satu produsen sepeda motor yang menggulati profosi sebagai pelaku industri otomotif di Indonesia yaitu YIMM (Yamaha Indonesia Motor Manufacturing) dan lainnya juga menyatakan bahwa mereka masih belum punya fikiran untuk meningkatkan nilai jual produk sepeda motor yang di pasarkan ke Tanah Air ini. Namun pihak AISI (Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia) ini sebenarnya juga punya opsi yang berkaitan dengan di tingkatkannya harga jual sepeda motor yang di ciptakan di wilayah Indonesia.

Akan tetapi keputusan lebih lanjut mengenai kenaikan harga jual motor baru masih di rundingkan dan tentu akan di putuskan dengan hati-hati. Sebagai informasi memang kondisi saat ini tingkat penjualan motor di Tanah Air semakin menurun saja beberapa bulan belakangan ini di tahun 2015 berbeda sekali dengan tahun sebelumnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*