Mengenal teknologi Hybrid lebih dekat

mengenal lebih jauh tentang teknologi hybrid

OTOSEMI.com- Teknologi hybrid mula-mula dikembangkan pada saat Amerika masih dipimpin oleh Presiden George W Bush. Pada saat itu beliau sangat antusis untuk menemukan bahan bakar alternatif pengganti minyak. Kondisi ini dipicu oleh kekawatirannya karena adanya krisis berkepanjangan di negara-negar Timur Tengah. Badan pelindungan lingkungan Amerika (The US Environmental Protection Agency) akhirnya mengembangkan teknologi inovasi untuk menemukan mesin kendaraan dengan biaya efektif, bersi emisi, dan efisien.

Selama ini kendaraan elektrik yang telah dikembangkan tidak mampu berjalan cepat dan harus diisi ulang pada jarak 50 – 100 miles. Hybrid diharapkan mampu menjembatani antara kendaraan berbahan bakar bensin dan listrik. Teknologi hyrid mampu mengkonversi hydrogen menjadi tenaga dan panas yang efisien dengan sedikit atau bahkan zero polutan dari NOx baik berupa partikel maupun suara.

Saat ini di Amerika hampir 95 % hydrogen dihasilkan dari penguapan gas alam yang dipanaskan pada temperature 392 derajat F atau lebih untuk memisahkan hydrogen dari komponen-komponen karbon pada methane dan methanol. Penguapan ini mampu menghasilkan gas karbon dioksida yang bisa bermanfaat bagi tumbuhan pada proses fotosintesis.

Kemudian muncullah produk-produk hybrid baru seperti Lexus, Toyota, Highlander, dan Ford Escape dengan mesin yang lebih ramah lingkungan, suara mesinnya halus. Meskipun faktanya teknologi ini tidak bisa dibilang murah. Selain itu juga memerlukan investasi yang besar untuk membangun fasilitas pengolahan hydrogen tentunya.

Di Indonesia harga mobil hybrid boleh dibilang lebih mahal 45 % dibanding mobil biasa. Seandainya mobil hybrid dibuat di Indonesia dengan bantuan insentif pajak maupun insentif lainnya dari pemerintah mungkin harganya dapat ditekan dan terjangkau oleh masyarakat luas. Hal ini akan berdampak positif pada lingkungan maupun penghematan sumber bahan bakar minyak.

Saat ini LIPI juga sedang mengembangkan teknologi hybrid dalam rangka mencari energi alternatif yang dikombinasikan dengan energi listrik. Mobil hybrid LIPI diharapkan mampu member kontribusi dalam ketahanan energi, mengurangi polusi udara, serta efisiensi biaya di Indonesia.

Bahkan Toyota juga berencana menanamkan investasi unuk mengembangkan produk mobil hybrid dalam jangka panjang. Toyota akan memanfaatkan hydrogen sebagai bahan bakar modern pada produksi mendatang.Bahkan Toyota juga merencanakan untuk menghentikan produksi kendaraan berbahan bakar konvensional pada tahun 2050.

Akan tetapi perubahan penggunaan bahan bakar bensin ke hydrogen memerlukan dukungan kebijakan pemerintah serta kajian yang lebih luas lagi. Pencanangan mobil berbahan bakar hydrogen tentu harus diikuti ketersediaan fasilitas pendukung yang biayanya tidak sedikit, diantaranya pembangunan SPBU hydrogen untuk seluruh wilayah Indonesia, pembangunan kilang, dan fasilitas pendukung lainnya. Sedangkan masalah sosial akan timbul pada masyarakat yang kemungkinan tidak akan begitu saja menerima perubahan kebijakan pemerintah.
Bagaimanapun juga hybrid adalah salah satu inovasi yang perlu kita cermati.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*