Inilah Hukuman Bagi Penyalahgunaan Jalan Trotoar

Apa Sih Hukuman Bagi Penyalahgunaan Jalan Trotoar

Hukuman Penyalahgunaan Jalan Trotoar – Sekarang ini banyak sekali pengendara kendaraan bermotor yang belum mengerti mengenai peraturan lalu lintas dijalan raya. Akhirnya yang terjadi yakni pelanggaran terhadap lalu lintas, misalnya seperti pelanggaran lampu merah serta terkadang lupa akan light on. Bahkan ada juga yang menyalahgunakan jalan trotoar sebagai jalannya. Itu semua terjadi mungkin karena sudah menjadi kebiasaan sehari-hari atau mungkin ada faktor lain. Sehingga jalan trotoar lah menjadi sasaran bagi pengemudi sebagai jalan layaknya seperti jalan mereka sendiri.

Dan yang paling mengejutkan yaitu aksi siswa-siswi SD menggantikan tugas Polisi Lalu Lintas untuk menilang para pengendara kendaraan bermotor yang menggunakan trotoar sebagai jalan layaknya seperti jalan mereka sendiri. Mungkin aksi ini dilakukan lantaran mereka bingung dengan apa yang diajarkan gurunya tidak sesuai dengan apa yang terjadi pada kenyataannya. Misalnya seperti pelanggaran terhadap lalu lintas dijalan raya. Meski sebenarnya sanksi atau hukum penyalahgunaan jalan trotoar tersebut memiliki ancaman pidana yang serius.

Seperti yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 mengenai Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang mengatur bahwa trotoar merupakan fasilitas bagi pejalan kaki. Tentu mereka yang berfikir secara logika akan mengartikan bahwa trotoar adalah fasilitas bagi pejalan kaki bukan digunakan untuk kendaraan bermotor. Maka dari itu, Undang-Undang tersebut mengatur dengan jelas tentang hukuman penyalahgunaan jalan trotoar.

Undang-Undang Pasal 275 tersebut menjelaskan bahwa, setiap orang yang melakukan perbuatan yang mengakibatkan gangguan terhadap fungsi Rambu Lali Lintas, Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, Marka Jalan, Fasilitas Pejalan kaki, serta alat pengaman terhadap Pengguna Jalan seperti yang dimaksud dalam Pasal 28 Ayat (2) yaitu dipidana dengan ancaman pidana kurungan paling lama satu bulan atau denda sebanyak Rp 250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Meskipun hukumannya terbilang cukup ringan. Namun sebagai warga negara yang baik harus menjaga harga diri jangan sampai terkena kasus tindak pidana pelanggaran terhadap lalu lintas. Perlu diketahui Undang-Undang tersebut bukan hanya ditujukan bagi kendaraan roda dua saja. Pasal tersebut juga berlaku bagi mereka yang menyalahgunakan trotoar misalnya sebagai tempat berjualan, tempat parkir, serta tempat nongkrong, dan pelanggaran yang lainnya. Sudah disebutkan dengan jelas bahwa trotoar hanya digunakan sebagai fasilitas bagi pejalan kaki bukan sebagai jalan kendaraan bermotor. Namun, jika trotoar tidak bisa digunakan oleh pejalan kaki maka terpaksa pejalan kaki akan beradu jalan dengan kendaraan-kendaraan bermotor lainnya.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*