Hindari Beli Ban Vulkanisir, Ketahui Bahayanya??

Ban Vulkanisir- Sebagai pengguna alat transportasi darat tentu anda mengenal sekali apa itu komponen bernama ban, sebab komponen tersebut sangatlah penting bagi kendaraan. Selain itu lebih baik lagi jika anda mengerti kondisi ban yang bagus, sehingga dapat di gunakan selayaknya tanpa adanya timbul masalah keselamatan mengendarai yang mengintai suatu kendaraan.

Walau kemarin lusa sudah pernah membahas tentang pengisian tekanan ban berupa nitrogen lebih bisa menguntungkan sekali di banding dengan udara biasa. Kini beralih lagi masalah ban gundul atau ban aus yang kerap sekali bikin orang celaka karena menggunakan ban yang sudah tak ada buritannya.

Memang kalau ban kendaraan sudah mengalami aus yang berlebih atau terlihat ban menjadi gundul, sebaiknya demi menghindari “ancaman” keselamatan saat mengendarai lebih di harapkan di ganti dengan ban baru. Namun karena kemungkinan besar masyarakat awam masih perhitungan dalam membeli sebuah ban baru sebab harganya relatif mahal di banding ban hasil sayatan orang ahli atau yang biasa di kenal sebagai ban vulkanisir.

Sudah banyak sekali para oknum yang menjual ban vulkanisir dengan harga yang murah. Sehingga terkadang malah jadi beli ban vulkanisir daripada ban baru. Perlu anda ketahui ban jenis sayatan pisau atau vulkanisir ini cara pembuatannya cukup mengandalkan ke ahlian dalam memotif ulang batik ban yang sudah aus dengan sedikit penambalan lapisan grip atau kembangan yang beraneka ragam pastinya.

Memang ban vulkanisir ini mujur-mujuan saat membeli sebab ada kala hasil ban yang sudah parah ausnya ada kala yang masih setengah saja. Namun jika di gunakan tentu bisa jadi ancaman keselamatan bisa jadi secara tiba-tiba ban jebol hanya beberapa hari penggunaan, ban modifikasi ini cara pembedaan dengan jenis ban baru cukup mudah saja. Dengan cara yang akan di sampaikan ini tentunya anda tidak bisa tertipu lagi saat membeli ban untuk kendaraan kesayangan.

Cara penelitian ban vulkanisir ini lihatlah model kembangan atau batikan ban, sebab pelaku rekondisi ban gundul ini terkadang hanya mengukir ulang batikan lama untuk di pertebal kembali sehingga seakan tampilannya jadi seperti bentuk semula ban baru. Namun pada tonjolan kembangan biasanya akan seolah-olah hampir hilang bahkan bisa jadi tergerus perlahan-lahan untuk menjadikan sama di setiap sisi grip (kembangan).

Selanjutnya periksa juga bagian yang biasa di katakan sebagai indikator keausan atau ITW, bagian ini berada di samping ban memiliki bentuk logo segitiga. Hal yang perlu di teliti ialah ITW akan mengarah pada sebuah tonjolan di antara alur ban, namun jika tonjolan tersebut terlihat sudah sejajar dengan alur dapat di pastikan ban ini masuk golongan ban aus.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*