Cara Mudah Berantas Peredaran Oli Bekas | Rusaklah Botol Oli Bekasmu?

Peredaran Oli Bekas Semakin Merajalela- Makin berkembangnya dunia industri otomotif Indonesia, maka tak heran jika jumlah populasi kendaraan di wilayah yang cukup padat ini semakin banyak saja dari tahun ke tahun selalu bertambah secara signifikan. Kendaraan yang di pakai oleh sebagian masyarakat ini terdari dari mobil dan sepeda motor yang sebagai alat transportasi penunjang keseharian yang menuju tempat tujuan tertentu. Dengan pertumbuhan kendaraan semakin tinggi ini juga memiliki dampak buruk yang mana pasti tingkat kemancetan lalu lintas semakin padat serta banyak polusi udara bertebaran.

Namun di sisi buruknya yang lebih mengerikan yaitu para orang tak bertaggung jawab memanfaatkan kondisi yang cukup terbilang menjanjikan ini, tapi justru merugikan pihak yang bersangkutan. Hal ini ialah peredaran oli bekas yang semakin merajalela, para oknum ini biasanya memakai oli bekas yang telah di lakukan proses penyulingan dan kemudian di masukkan kembali ke wadah botol oli bekas yang pada sebagian orang masih belum merusaknya sehingga masih terlihat bagus dan dapat di gunakan kembali seperti layaknya oli baru.

Cara merekondisi pelumas mesin atau oli mesin menjadi oli mesin baru, justru dampak kerugianlah yang bakal di rasakan oleh pihak pemakai atau yang biasa di kenal dengan pihak yang tertipu, sebab wadah pelumas mesin ini cukup di lihat secara visual masih baru. Jadi mereka menganggap botol oli ini masih baru juga, padahal sebenarnya terkadang pelumas mesin itu ialah hasil rekondisi oli bekas yang biasa di ambil dari bengkel-bengkel motor atu mobil yang tidak bertanggung jawab. Walau hasil rekonsidi oli bekas ini cukup menyakinkan sekali karena warna oli rekondisi terlihat bening.

Sesuai informasi kicauan di salah satu akun Twitter atau Facebook milik orang yang terkeda dampaknya oli bekas. Orang tersebut mengatakan kini semakin marak beredar pelumas palsu yang mulai merambah ke daerah tertentu, sehingga dapat di pastikan jaringan oknum yang tak bertanggung jawab ini semakin banyak. Cara yang mereka lakukan ini hanya cukup rekondisi oli bekas yang di proses secara profesional sehingga menjadi oli rekondisi baru. Sedangkan wadah atau botol oli ini, mereka dapatkan dengan cara membeli dari bengkel yang tidak merusak botol pelumas pelanggan serta para pemulung.

Oli hasil rekondisi cukup membahayakan sekali untuk kendaraan kesayangan kita, yang mana jika menggunakan oli bekas yang di rekondisi ulang ini bisa berakibat pada rusaknya mesin motor sebab pelumas ini tidak seperti pelumas mesin yang masih baru. Walau pelumas mesin palsu yang di pasarkan dari segi bentuk serta warna hampir mirip dengan pelumas asli. Untuk meminimalisir masalah ini yakni belilah pelumas asli di toko atau bengkel yang terpercaya sekali.

Alangkah baiknya juga membeli pelumas yang di kehendaki di pusat penjualan terpercaya baik itu di SPBU atapun di bengkel resmi sepeda motor kesayangan anda. Dan untuk proses pencegahan peredaran pelumas palsu agar tidak semakin marak terjadi, sebaiknya rusaklah botol pelumas anda setelah ganti oli. Namun bila anda ganti oli melalui bengkel resmi, maka suruhlah pihak mekanik untuk merusak botol pelumas setelah pemakaian baik itu pelanggan lainnya juga. Dengan cara ini tentu akan bisa memutuskan rantai peredaran pelumas palsu atau oli rekondisi.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*