3 Mitos Aneh Yang Sering Dipercaya oleh Anak Motor

3 Mitos Aneh Yang Sering Dipercaya oleh Anak Motor
3 Mitos Aneh Yang Sering Dipercaya oleh Anak Motor

3 Mitos – Banyak anggapan unik yang “mendarah daging” di dunia Roda 2 Indonesia – entah itu yang masuk akal hingga yang diluar logika. Padahal, banyak anggapan tersebut yang justru lebih layak disebut mitos dan belum terbukti kebenarannya! Apa saja sih mitos unik seputar sepeda motor yang ada di Indonesia? Yuk kita simak 3 Mitos Aneh Yang Sering Dipercaya oleh Anak Motor:

Ban Cacing = Motor Tambah Kencang

3 Mitos Aneh Yang Sering Dipercaya oleh Anak Motor
3 Mitos Aneh Yang Sering Dipercaya oleh Anak Motor

Mitos seputar pemakaian ban cacing ini  sudah mendarah daging banget di dunia Roda 2 Indonesia, khususnya di kalangan anak muda yang gemar modifikasi ala thailook.  Mereka beranggapan ban berukuran mungil tak hanya mampu meningkatkan unsur tampilan, tapi juga sekaligus performa motor! Pertanyaannya: Beneran bikin tambah kencang, atau cuma sebatas mitos?

Jika dilihat dari kacamata ilmu pengetahuan, 2 metode untuk meningkatkan performa adalah upgrade power mesin dan menurunkan bobot keseluruhan dari motor itu sendiri. Silahkan Sobat simak di balapan MotoGP, semua tim berlomba untuk membuat mesin sekencang-kencangnya dan bobot yang seringan-ringannya. Lantas, bagaimana dengan efek yang diberikan ban cacing?

Motor Drag Bike di ASEAN menggunakan ban cacing. Tapi sama sekali bukan buat berbelok ya Bro!

Kalau dilihat dari dimensi dan bobotnya,  ban serta kaki-kaki mungil punya berat yang jauh lebih ringan ketimbang kaki-kaki standar. So, itu tandanya mitos “Ban Cacing = Tambah Kencang” tersebut memang terbukti secara sains. Tapi, jangan senang dulu ya, karena tipe ban seperti ini justru lebih banyak kelemahannya lho!

Kelemahan yang pertama adalah ban cacing sangat rawan digunakan dalam kondisi hujan, karena grip ke aspal yang sangat minim. Kedua, ban berukuran mungil tersebut hanya ditujukan untuk balapan drag di lintasan lurus saja. Ketiga, ban cacing sangat tidak cocok untuk kontur jalanan kita yang belum mulus 100%… Selain rawan gembos karena sangat tipis, ban ini juga berbahaya saat dipaksa menghajar lubang di jalanan. Alih-alih ingin menambah performa, eh malah tekor deh!

DOHC vs SOHC

3 Mitos Aneh Yang Sering Dipercaya oleh Anak Motor
SOHC VS DOHC

Mungkin inilah anggapan yang selalu menjadi perdebatan panas yang tak berujung –  apalagi untuk para fansboy pecinta merk diluar sana. Mereka hampir selalu mencak-mencak bila membahas perbandingan soal SOHC (Single Overhead Camshaft) vs DOHC (Double Overhead Camshaft) – 2 part mesin yang (mungkin) belum pernah mereka lihat langsung bentuknya. Ada yang bilang DOHC unggul, tapi nggak sedikit juga yang beranggapan SOHC lebih baik. So, mana anggapan yang benar?

Jawabannya, nggak ada satupun yang benar! Karena karakter dan performa suatu mesin lebih ditentukan kubikasi mesin (cc), ukuran bore x stroke, ukuran/jumlah valve (klep), rasio kompresi, rasio gear, serta seabrek variabel yang lainnya. Jadi bukan semata-mata tentang DOHC atau SOHC ya Sobat!

Injeksi vs Karburator

3 Mitos Aneh Yang Sering Dipercaya oleh Anak Motor
Karbu VS Injeksi

Nah, yang satu ini juga sering menjadi perdebatan sengit diantara bikers yang injeksi-holics vs karbu-holics. Padahal fungsi keduanya jelas sama saja, sama-sama ditujukan sebagai penyuplai bahan bakar (BBM) ke ruang bakar kan. So, mana yang lebih baik antara injeksi vs karburator.

Jawabannya jelas, keduanya sama-sama punya keunggulan dan kelemahan masing-masing. Dalam hal efisiensi, tingkat emisi (polusi), dan kontrol supply BBM – Jelas Injeksi lebih baik! Tapi kalau ditanya lebih baik dari sisi kemudahan, familiar, reliable, dan lebih hemat? Karburator lah jawaban yang lebih baik.

Baca Juga: Kelebihan Dan Kekurangan Shock Upside Down Pada Moge

Hal tersebut dikarenakan Injeksi memiliki beragam sensor dan hal lain yang dikontrol melalui elektronik. Hasilnya, Konsumsi BBM pun bisa ditingkatkan ke-iritan nya (baca : efisien) dibanding karburator. Sementara karburator punya keunggulan di simplisitas & biayanya yang lebih hemat. Karburator tentu tidak membutuhkan software yang memusingkan orang awam seperti halnya Injeksi. Oleh karena itu karburator bisa diservis dimana saja, bahkan diservis kita sendiri

Itulah 3 Mitos Aneh Yang Sering Dipercaya oleh Anak Motor. Ada-ada aja yaa sobat! hehe

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*


*